Pasien Meninggal di Klinik Mopuya Selatan, Keluarga Kritik Pelayanan yang Lebih Mementingkan Administrasi

oleh -8292 Dilihat

Kabar-jurnalis.com, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara – Sebuah tragedi terjadi di Kecamatan Dumoga Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Anuar Abdul Rahman, warga desa Kosio Timur, Kecamatan Dumoga Tengah, meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama lima hari di sebuah klinik di Mopuya Selatan. Keluarga pasien menyesalkan pelayanan klinik yang dinilai lebih mementingkan administrasi daripada keselamatan nyawa pasien.

Anuar, yang berasal dari keluarga kurang mampu, harus membayar lebih dari 2 juta rupiah untuk biaya perawatan. Keluarga telah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan nyawa Anuar, namun kondisi finansial yang terbatas membuat mereka kesulitan melanjutkan pengobatan.

“Kami sangat kecewa dengan pelayanan klinik yang lebih mengutamakan administrasi pembayaran dibandingkan keselamatan nyawa manusia,” ungkap salah satu anggota keluarga melalui pesan WhatsApp.

Saat Anuar dibawa ke klinik tanpa BPJS, keluarga tengah menunggu BPJS yang baru dibuat agar aktif. Selama lima hari perawatan, tidak ada perubahan signifikan pada kondisi Anuar, sementara biaya perawatan hampir mencapai 3 juta rupiah. Ketika kondisinya memburuk di rumah, keluarga membawanya kembali ke rumah sakit Medika Jaya. Dari sana, mereka diberikan surat rujukan ke rumah sakit di kota dengan alasan perlengkapan medis yang lebih lengkap, namun biaya yang harus dikeluarkan mencapai 600 ribu rupiah, dan jika termasuk alat bantu, totalnya lebih dari 1 juta rupiah.

Karena keterbatasan dana, keluarga memutuskan untuk bertahan di rumah sakit Medika Jaya di desa Mopuya, di mana akhirnya Anuar menghembuskan nafas terakhirnya. Keluarga sangat menyesalkan kurangnya perhatian dari pemerintah Bolmong serta prioritas klinik yang lebih mementingkan biaya dibandingkan keselamatan pasien.

Tragedi ini menjadi cerminan buruknya sistem pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Pemerintah dan institusi kesehatan perlu lebih memperhatikan kebutuhan warga yang kurang mampu, memastikan mereka mendapatkan akses layanan kesehatan yang memadai tanpa harus terbebani oleh biaya tinggi. Keselamatan dan nyawa manusia seharusnya menjadi prioritas utama dalam setiap pelayanan kesehatan.

(Dp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.