Baliho Timpa Pengguna Jalan, Penaggung Jawab Diduga Lepas Tangan

oleh -789 Dilihat

Pangkalpinang, KabarJurnalis,-

Baleho liar disepanjang jalan wilayah perkotaan Pangkalpinang perlu mendapat perhatian, penataan dan tanggung jawab dari sipemiliknya dan Pemkot Pangkalpinang. Selasa, 22/12/2023

Pasalnya, pemasangan Baleho liar ini berpotensi sekali jatuh, menimpa dan melukai para pengguna jalan.

Hal ini seperti dialami oleh dua sejoli, Dissa (25) dan Bintang (24) yang berencana akan melangsungkan acara akad pernikahan dalam waktu dekat ini, berawal berniat bertandang kerumah saudara guna mengabarkan berita bahagia, namun nasib naas mereka alami saat melintasi Jalan Raya Kampak Kota Pangkalpinang, tepatnya didepan Toko Gerai Seperadik Mart pasangan ini tertimpa salah satu dari sekian banyaknya baleho berukuran besar dengan ukuran 4×2 lainya yang tersebar disepanjang jalan tersebut pada Rabu (20/12)

Baleho dengan ukuran besar yang dimiliki oleh Panitia Penyelenggara Tablig Akbar yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Barokah Kelurahan Dul, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah itu tumbang dan meminpa pengendara itu dimiliki dan dipasang oleh pihak Panitia Jaringan Santri Indonesia (JSI) Provinsi Bangka Belitung.

Akibat dari terpaan baleho tersebut, Kini pasangan sejoli itu mengalami luka lecet dan memar dibeberapa bagian tubuh dan mengakibatkan sepeda motor Jenis Metic Yamaha N-max warna biru
yang mereka gunakan mengalami rusak berat.

Merasa kejadian ini adalah musibah, pihak korban mengupayakan menghubungi pihak Pondok Pasentren maupun Pihak JSI selaku pihak tampat acara terselenggara maupun pihak Panitia penyelenggara acara tersebut, namun api terlalu terlalu jauh dari panggang kedua belah pihak saling lempar tanggung Jawab.

Berdasarkan informasi ini, patut diduga ada kelalaian yang dilakukan oleh pihak panitia penyelenggara, mengingat acara tersebut sudah lama selesai terselenggara namun baleho – baleho undangan tersebut masih ada yang berdiri terpasang dibeberapa titik sepanjang jalan raya Kampak yang mana salah satu dari baleho acara tersebut dengan ukuran diameter cukup besar memakan korban.

Untuk menggali lebih dalam alasan kenapa baleho – baleho tersebut masih berdiri hingga menyebabkan kecelakaan team mediapun mencoba untuk meminta konfirmasi kepada pihak Pasantren Al-Barokah melalui Kepala Pondok Pesantren Ustadz Supandi. Karena merasa pihak Pasentren hanya memfasilitasi tempat acara, Kapada (red-media) ia mengatakan pihak Pondok Pasantren Al-Barokah tidak ada hubungan satupun kaitannya dengan baleho – baleho tersebut, dan mengarahkan kepada pihak (JSI) melalui H.Djailani H.Abu Bakar selaku pihak yang harus bertanggung jawab dengan alasan pihak (JSI) lah yang mengurus dan memasang baleho baleho tersebut.

” Kami hanya yang punya tempat. Mohon maaf pak bukan kami yang memasang baleho. Kami pihak pondok tidak satupun memasang baleho.

Konfirmasi langsung ke pihak JSI nya. Pondok hanya yg menjadi tempat acara”, ujarnya memberikan nomor yang bersangkutan. Jumat, (22/12)

Ketua Jaringan Santri Indonesia (JSI) Provinsi Bangka Belitung H. Djalani H.Abu Bakar pun diam saat dihubungi dan hingga kini belum memberikan tanggapan.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.