Kabar Jurnalis Com–KEPAHIANG – Pemerintah Desa Tebat Monok, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, menggelar kegiatan Rembuk Stunting dalam rangka koordinasi pencegahan dan percepatan penurunan angka stunting melalui sinergi antara pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kader kesehatan, serta seluruh unsur masyarakat, Senin (29/6/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, serta Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tebat Monok Tahun 2026.
Rembuk Stunting dihadiri oleh Kepala Desa Tebat Monok Zulkarnain beserta perangkat desa, Ketua dan anggota BPD, pendamping desa, kader Posyandu, TP PKK Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat Desa Tebat Monok.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Tebat Monok, Zulkarnain, menegaskan bahwa upaya penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi memerlukan sinergi semua pihak, mulai dari keluarga, kader kesehatan, pemerintah desa, hingga tenaga kesehatan agar dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Zulkarnain juga menyampaikan sejumlah poin penting yang menjadi fokus dalam percepatan penurunan stunting di Desa Tebat Monok, di antaranya pemaparan kondisi dan data sasaran stunting di desa, pentingnya pemenuhan gizi bagi ibu hamil, bayi, dan balita, peran aktif keluarga dalam pencegahan stunting, optimalisasi pemanfaatan layanan Posyandu, penerapan pola hidup bersih dan sehat, serta penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program penurunan stunting.
Melalui rembuk tersebut, Pemerintah Desa Tebat Monok bersama seluruh masyarakat berkomitmen untuk terus mendukung percepatan penurunan angka stunting. Komitmen tersebut diwujudkan dengan memprioritaskan program kesehatan ibu dan anak dalam perencanaan pembangunan desa, meningkatkan koordinasi secara rutin antara pemerintah desa, kader kesehatan, dan tenaga kesehatan, serta mendorong keterlibatan aktif seluruh unsur masyarakat dalam upaya pencegahan stunting.
Diharapkan, hasil Rembuk Stunting ini menjadi dasar dalam penyusunan program dan kegiatan yang lebih tepat sasaran sehingga mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting di Desa Tebat Monok.(Redaksi).







