Tradisi Khitanan Massal Air Gantang Tetap Lestari, Diikuti 24 Anak dan Dihadiri Wakil Bupati Bangka Barat

oleh

Kabar Jurnalis Com–BANGKA BARAT – Pemerintah Desa Air Gantang, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, kembali menggelar Pesta Adat Khitanan Massal yang telah menjadi tradisi turun-temurun masyarakat setempat, Rabu (24/6/2026).

 

Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Air Gantang itu berlangsung meriah dan dihadiri ratusan warga dari berbagai daerah. Acara diawali dengan doa dan syukuran bersama, kemudian dilanjutkan dengan penampilan drum band pelajar yang menyambut kedatangan Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman.

 

Tahun ini, sebanyak 24 anak mengikuti khitanan massal yang merupakan program kerja Pemerintah Desa Air Gantang Tahun Anggaran 2026. Selain Wakil Bupati, kegiatan tersebut juga dihadiri unsur Forkopimda, kepala OPD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, kepala desa se-Kecamatan Parittiga, perwakilan dunia usaha, BPD, LPM, PKK, serta para orang tua peserta.

 

Kepala Desa Air Gantang, H. Alikan, mengatakan pelaksanaan khitanan massal tahun ini bertepatan dengan 9 Muharram 1448 Hijriah yang masih berada dalam suasana Tahun Baru Islam.

 

“Pada momentum 9 Muharram 1448 Hijriah ini, kami melaksanakan syukuran bersama masyarakat. Kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Wakil Bupati Bangka Barat yang telah hadir bersama kita,” ujar Alikan.

 

Menurutnya, khitanan massal merupakan agenda rutin tahunan yang tidak hanya bernilai sosial, tetapi juga memiliki makna budaya dan sejarah yang kuat bagi masyarakat Air Gantang.

 

“Khitanan massal bagi masyarakat Air Gantang bukan sekadar kegiatan sosial atau seremonial tahunan. Ini adalah momen sakral yang terus kami lestarikan dan kembangkan dari tahun ke tahun,” katanya.

 

Alikan menjelaskan, tradisi khitanan massal di Desa Air Gantang telah berlangsung lebih dari empat dekade dan menjadi bagian penting dari sejarah desa.

 

“Menurut informasi dan cerita yang kami terima dari para orang tua terdahulu, tradisi khitanan massal inilah yang menjadi cikal bakal terbentuknya perkampungan Desa Air Gantang. Karena itu, tradisi ini akan terus kami jaga sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya desa,” ungkapnya.

 

Selain sebagai bentuk syiar Islam, kegiatan khitanan massal juga menjadi wujud kepedulian sosial pemerintah desa terhadap masyarakat. Program ini membantu meringankan beban ekonomi keluarga peserta sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah desa dan warga.

 

Pelaksanaan Pesta Adat Khitanan Massal Air Gantang mendapat apresiasi luas dari masyarakat karena mampu menjaga kelestarian tradisi yang telah diwariskan lintas generasi, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.