Kabar Jurnalis Com–Kepahiang — Kondisi taman yang berada tepat di depan rumah pribadi Bupati Kepahiang menuai sorotan. Ruang publik yang seharusnya menjadi wajah daerah itu justru tampak tidak terawat, kumuh, dan kehilangan fungsi.
Situasi ini dinilai sebagai gambaran nyata lemahnya perhatian Pemerintah Kabupaten Kepahiang terhadap penataan lingkungan dan pelayanan publik.
Letaknya yang berada di pusat kota serta persis di depan kediaman kepala daerah membuat kondisi taman tersebut sulit dipahami publik. Jika ruang yang setiap hari dilalui dan terlihat langsung oleh bupati saja dibiarkan terbengkalai, masyarakat mempertanyakan bagaimana nasib fasilitas umum lain yang berada jauh dari pusat pemerintahan.
Selama ini pemerintah daerah kerap menyuarakan komitmen pembangunan, peningkatan infrastruktur, hingga penataan wilayah. Namun taman di depan rumah bupati justru menghadirkan fakta sebaliknya. Janji pembangunan terkesan hanya ramai dalam pidato, sementara persoalan sederhana yang tampak di depan mata tidak mampu diselesaikan.
Beberapa waktu lalu, Bupati Kepahiang juga diketahui menyampaikan laporan ke kementerian terkait kerusakan jalan di wilayahnya. Langkah itu patut diapresiasi, tetapi publik menilai upaya mencari perhatian pusat akan kehilangan makna jika pemerintah daerah sendiri gagal mengurus aset dan fasilitas yang berada tepat di depan kediaman kepala daerah.
Pengamat kebijakan publik menilai taman kota bukan sekadar elemen hiasan, melainkan indikator kehadiran pemerintah dalam mengelola ruang bersama. Ketika taman terbengkalai, hal itu menunjukkan lemahnya pengawasan, minimnya perawatan, serta tidak jelasnya prioritas anggaran.
Lebih jauh, kondisi taman tersebut menjadi simbol kepemimpinan. Sebab masyarakat menilai kinerja pemerintah bukan hanya dari proyek besar, melainkan dari hal-hal kecil yang nyata dirasakan dan dilihat setiap hari. Jika taman di depan rumah bupati saja tak terurus, wajar bila publik meragukan keseriusan pemerintah menangani persoalan yang lebih besar.
Pemerintah Kabupaten Kepahiang didesak berhenti sibuk membangun pencitraan dan mulai bekerja nyata. Penataan taman itu seharusnya menjadi langkah paling sederhana untuk membuktikan kepedulian terhadap daerah. Jika yang paling dekat saja diabaikan, maka kritik publik akan terus menguat: pemerintah gagal memberi contoh dalam merawat daerahnya sendiri.
Oleh: Jeri Adiswanda
Warga yang peduli Ruang Publik Taman Kabupaten Kepahiang
Editor:Astrian Rocky





