BANGKA BARAT Kabar Jurnalis Com–Kematian Rasid (39), warga Desa Teluk Limau, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, saat bekerja sebagai penyelam tambang timah di perairan Keranggan, Kecamatan Mentok, kembali menyoroti maraknya aktivitas tambang timah ilegal yang disebut masih berlangsung di kawasan Keranggan dan Tembelok. Minggu 28 Juni 2026.
Korban diketahui merupakan penyelam pada tambang isap apung (TI Apung). Berdasarkan keterangan sejumlah sumber di lapangan, ponton tempat korban bekerja disebut berada di bawah koordinasi seseorang bernama Gopari dan diduga masih beroperasi pada malam hari.
Peristiwa ini memicu sorotan masyarakat terhadap efektivitas pengawasan aparat penegak hukum di perairan Keranggan dan Tembelok.
Menurut sejumlah warga, aktivitas tambang diduga masih berlangsung meskipun patroli rutin oleh Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Bangka Barat disebut kerap dilakukan.
Seorang sumber yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan ponton selam tersebut diduga tetap bekerja hingga larut malam tanpa adanya tindakan penegakan hukum.
“Patroli memang sering dilakukan, tetapi ponton tertentu masih terus beroperasi. Masyarakat mempertanyakan mengapa aktivitas itu masih bisa berlangsung,” ujar sumber tersebut.
Rasid meninggal dunia saat melakukan penyelaman dan meninggalkan seorang istri serta tiga orang anak. Duka yang dialami keluarga korban kembali mengingatkan besarnya risiko yang dihadapi para pekerja tambang di lokasi yang diduga ilegal tersebut.
Menyusul peristiwa itu, masyarakat mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas penyebab kematian korban sekaligus menelusuri pihak-pihak yang diduga mengoordinasikan aktivitas tambang ilegal di kawasan Keranggan dan Tembelok, termasuk nama yang disebut oleh sejumlah sumber.
Sejumlah warga juga mempertanyakan mengapa pihak yang disebut sebagai koordinator tambang tersebut hingga kini belum tersentuh proses hukum.
Mereka meminta aparat memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan dugaan adanya perlakuan yang tidak setara dalam penegakan hukum.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat, kawasan perairan Tembelok dan Keranggan telah berulang kali memakan korban jiwa akibat aktivitas penambangan timah. Warga berharap tragedi serupa tidak kembali terulang dan aparat melakukan penegakan hukum secara menyeluruh terhadap seluruh aktivitas tambang ilegal tanpa terkecuali.
Hingga berita ini diterbitkan, Gopari yang disebut oleh sejumlah sumber belum dapat di peroleh konfirmasi, untuk meminta klarifikasi dan memberikan hak jawab belum memperoleh respons.
Sementara itu, pihak Polres Bangka Barat juga belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa meninggalnya Rasid maupun mengenai aktivitas tambang yang disebut dalam pemberitaan ini. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebut.(Red).







