Pedagang Pasar Paritiga Akan Diakomodir

oleh -878 Dilihat

Kabar Bangka Barat

Parittiga -Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Bangka Barat, Aidi. Meninjau langsung ke Pasar Parittiga Bangka Bangka Barat, terkait huru hara pedagang pasar Parittiga. Senin 26/02/2024.

Kepala Dinas Koprasi UMKM dan Perindustrian Bangka Barat, Aidi bersama staf melakukan pendataan terkait Pedagang Pasar yang berada di lingkungan Pasar Parittiga.

Pendataan ini berguna untuk mengetahui informasi terkait pedagang yang ada di Pasar tersebut, sehingga dengan dilakukan pendataan, diharapkan dapat tertatanya informasi terkait pedagang yang ada di lingkungan UPT Pasar Parittiga.

Aidi hadir bersama Kasatpol PP Bangka Barat Sidarta, beserta jajaran, didampingi Kapolsek Jebus Kompol Albert, Danramil, Camat Parittiga dan Kades Air Kuang, untuk memastikan aktivitas pedagang Pasar Parittiga berjalan aman dan lancar.

Aidi menyebutkan terkait kabar ada permasalahan pedagang yang tidak mendapatkan lapak, bersukur ternyata minat berdagang dipasar Parittiga diluar perhitungan awal mereka, perkiraan lapak yang awalnya banyak lebihnya ternyata animo keinginan berdagang Meraka sudah melebihi kapasitas yang telah disiapkan.

“Tindak lanjut permasalahan pedagang, sebagian besar sudah kita akomodir, nanti kita liat 3 bulan kedepan, apakah betul mereka ini masih berdagang dilapak ini atau justru ditinggalkan, itu yang sering terjadi, intinya kita berharap para pedagang konsisten untuk menempati lapaknya,” kata Aidi.

Aidi juga mengungkapkan 180 lapak pedagang sudah tidak ada lagi yang kosong, terkait pedagang lama sudah mereka pastikan dimasukan semua, pedagang yang sebelumnya belum punya lapak dan berdagang diemperan sudah diakomodir, dan yang sungguh – sungguh ingin berdagang akan diakomodir.

“Namun ada satu hal yang tidak bisa kita akomodir, kalau misalnya yang mau berdagang Bapaknya, anaknya, menantunya, cucunya tidak bisa kita penuhi semua, itu yang banyak mengeluh,” ujar Aidi.

Dia juga mengatakan sudah koordinasi Kepada Camat, Kapolsek, Danramil, untuk memastikan kegiatan pasar berjalan aman dan lancar.

“Terkait Pedangan yang mempunyai Kartu keluarga dari luar, kita bukan mau mengkanalisasinya, namun permasalahannya kita ada program BPJS ketenaga kerja yang dibayar oleh pemerintah kabupaten Bangka Barat, untuk warga Bangka Barat, jadi kalau ada kecelakaan, meninggal dalam bekerja, fungsinya itu dapat santunan sebagai jaminan,” ungkap Aidi.

“Semua yang bener pedagang sudah terdata, tapi yang ngaku – ngaku pedagang banyak, ternyata faktanya dilapangan setelah di cek dan kita verifikasi bersama Kapolsek itu mereka mengaku tidak ada kegiatan lain,” pungkasnya. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.