
BOLTIM — Pelantikan Pengganti Antarwaktu (PAW) Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) periode 2023–2028 menghadirkan dinamika menarik. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (2/10/2026) di Kantor KPU Provinsi Sulawesi Utara tersebut dipimpin langsung oleh Ketua KPU RI, Mochammad Afifuddin, secara daring melalui video conference.
Sosok yang dilantik sebagai anggota PAW KPU Boltim adalah Jamal Rahman Iroth, figur yang bukan baru dalam perjalanan demokrasi di wilayah Bolaang Mongondow Timur.
Sejumlah pimpinan KPU Sulut turut hadir mendampingi prosesi tersebut, di antaranya Kenly Poluan, Awaluddin Umbola, Salman Saelangi, Meidy Tinangon, Lanny Ointu, serta Sekretaris KPU Sulut Meidy R. Malonda.
Di balik agenda seremonial pelantikan PAW untuk mengisi posisi yang ditinggalkan anggota sebelumnya, muncul narasi publik yang menyebut momen ini sebagai bentuk “kembalinya” figur lama ke struktur penyelenggara. Namun, pantauan langsung di lapangan menunjukkan realitas yang berbeda.
Bukan Figur Baru, Jejak Lapangan Tak Pernah Absen
Istilah “kembali lagi” dinilai kurang presisi jika melihat rekam jejak aktivitas kepemiluan Jamal Rahman Iroth selama ini. Pasca purna tugas dari jajaran komisioner pada 2023 lalu, Jamal sejatinya tidak pernah benar-benar berjarak dari ekosistem demokrasi.
Ibarat garis lurus yang tak terputus, keterlibatannya dalam mengawal tahapan pemilu maupun pilkada terus berjalan konsisten. Perbedaannya hanya terletak pada peran yang dimainkan, dari ranah administratif kelembagaan bergeser menjadi penggiat demokrasi dan seniman kebudayaan yang aktif mengedukasi masyarakat.
Jejak kehadiran tersebut terekam dalam berbagai agenda krusial kepemiluan. Mulai dari panggung sosialisasi dan edukasi pemilih KPU di Pantai Batu Buaya, hingga momentum Deklarasi Pemilu dan Pilkada Damai yang digelar di jajaran Polres, Jamal selalu hadir mengawal alur demokrasi di tengah warga.
Penekanan Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin saat pelantikan mengenai pentingnya adaptasi cepat, integritas, dan prinsip kolektif kolegial menjadi penegas bagi penguatan kelembagaan KPU Boltim.
Dengan berbekal pengalaman lapangan yang berkesinambungan, baik saat berada di dalam struktur maupun ketika berjejaring di luar lembaga sebagai penggiat demokrasi, kehadiran Jamal Rahman Iroth sebagai anggota PAW diharapkan langsung menyatu dengan kerja-kerja kelembagaan tanpa memerlukan waktu adaptasi yang panjang.
Pelantikan ini bukan penanda dimulainya kembali sebuah langkah dari titik nol, melainkan berlanjutnya komitmen pengawasan dan penyelenggaraan demokrasi yang selama ini telah terawat secara konsisten di lapangan.
(Donal)






