Setelah Vakum 10 Tahun, Desa Cupat Kembali Gelar Sunatan Massal, Diikuti 51 Anak

oleh

Kabar Jurnalis Com–BANGKA BARAT – Pemerintah Desa Cupat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, kembali menggelar sunatan massal setelah vakum selama 10 tahun. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (25/6/2026) itu diikuti sebanyak 51 anak yang seluruhnya merupakan warga Desa Cupat.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 06.30 WIB. Seluruh peserta mengenakan busana muslim berupa baju koko putih, kain sarung berwarna netral, dan kopiah hitam. Masing-masing peserta juga membawa satu buah payung yang dihias sekreatif dan semenarik mungkin untuk digunakan dalam pawai atau arak-arakan.

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Bangka Barat, unsur Forkopimcam Parittiga, Danramil, Kapolsek, Pos TNI AL, pihak Kecamatan Parittiga, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Arak-arakan peserta berlangsung meriah dengan rute dari Masjid Hayatul Islam menuju Kantor Desa Cupat. Tradisi tersebut menjadi daya tarik tersendiri sekaligus bentuk pelestarian budaya yang telah lama menjadi bagian dari pelaksanaan sunatan massal di desa tersebut.

Sunatan massal ini merupakan salah satu program sosial yang kembali dihidupkan oleh Pemerintah Desa Cupat di bawah kepemimpinan Kepala Desa Gegha Khris Kharisma, yang akrab disapa Zepa.

Zepa menjelaskan, kegiatan tersebut terakhir kali dilaksanakan pada tahun 2016. Setelah satu dekade tidak terselenggara, pemerintah desa berkomitmen menghidupkan kembali tradisi tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

“Alhamdulillah, tahun ini sunatan massal kembali dapat kita laksanakan setelah vakum selama 10 tahun. Terakhir kegiatan ini digelar pada tahun 2016. Kami berharap ke depan kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan Desa Cupat,” ujar Zepa.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan sunatan massal tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Selain Pemerintah Desa Cupat, kegiatan ini juga mendapat bantuan dan partisipasi aktif dari para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen yang memiliki kepedulian terhadap kegiatan sosial di desa.

Zepa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan semua pihak yang telah mendukung penuh kegiatan ini. Semoga sunatan massal ini dapat terus menjadi agenda tahunan Desa Cupat yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” katanya.

Pelaksanaan sunatan massal disambut antusias oleh masyarakat. Selain membantu meringankan beban ekonomi keluarga, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antara pemerintah desa dan warga.

Pemerintah Desa Cupat berharap tradisi sunatan massal yang kembali dihidupkan setelah vakum selama satu dekade ini dapat terus dipertahankan sebagai agenda tahunan desa, sekaligus menjadi wadah memperkuat nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan pelestarian tradisi yang telah diwariskan kepada generasi muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.