Boltim – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) resmi memperpanjang kerja sama pengelolaan dana kapitasi dengan Bank SulutGo Cabang Tutuyan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Senin (9/3/2026).
Kerja sama ini menjadi kabar baik bagi Dinas Kesehatan Boltim, terutama bagi delapan Puskesmas dan satu rumah sakit yang beroperasi di wilayah tersebut.
Sekretaris Daerah Boltim, Moh. Iksan Pangalima, menjelaskan bahwa kesepakatan ini bertujuan untuk menyatukan sistem transaksi keuangan layanan kesehatan dalam satu sistem perbankan agar lebih efektif dan terintegrasi.
Menurut Iksan, dana kapitasi merupakan sistem pembayaran di muka dari BPJS Kesehatan kepada fasilitas layanan kesehatan seperti Puskesmas dan rumah sakit. Dengan sistem ini, fasilitas kesehatan dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat lebih cepat karena pembiayaan sudah tersedia lebih dahulu.
“Dana kapitasi itu mekanismenya seperti pembayaran di awal. Ketika masyarakat datang berobat, datanya langsung terhubung dengan sistem keuangan daerah dan proses pembayarannya terintegrasi melalui Bank SulutGo,” jelasnya.
Sebelumnya, pengelolaan transaksi tersebut menggunakan layanan perbankan lain. Namun pemerintah daerah memutuskan beralih ke Bank SulutGo karena dinilai lebih menguntungkan bagi daerah.
Selain mempercepat transaksi, Pemda Boltim juga merupakan pemegang saham di bank tersebut sehingga penggunaan layanan Bank SulutGo dinilai memberikan dampak timbal balik bagi daerah.
“Kalau menggunakan bank lain tentu tidak memberikan keuntungan bagi daerah. Sementara di Bank SulutGo kita juga memiliki penyertaan modal,” tambah Iksan.
Sementara itu, Branch Manager Bank SulutGo Cabang Tutuyan, Faisal Ambarak, menjelaskan bahwa dana kapitasi sebelumnya tidak melalui Bank SulutGo karena langsung disalurkan BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan. Kini sistem tersebut telah diintegrasikan dengan perbankan daerah.
Ia menyebutkan, saat ini terdapat sembilan fasilitas kesehatan di Boltim yang telah membuka rekening kapitasi di Bank SulutGo, terdiri dari delapan Puskesmas dan satu rumah sakit.
“Seluruh fasilitas kesehatan tersebut kini mengelola dana kapitasi melalui rekening Bank SulutGo sehingga sistemnya lebih terkontrol dan terintegrasi,” ujar Faisal.
Perubahan sistem ini juga memberikan kemudahan bagi pengelola fasilitas kesehatan. Sebelumnya mereka harus melakukan perjalanan ke Kotamobagu hanya untuk mengurus administrasi perbankan seperti mencetak rekening koran, mengecek saldo, atau mutasi rekening.
Kini dengan keberadaan kantor Bank SulutGo yang lebih dekat di Tutuyan, seluruh proses administrasi dapat dilakukan lebih cepat dan efisien, sehingga membantu kelancaran operasional pelayanan kesehatan di Boltim. (ADV)






