Maulid Nabi di Desa Air Gantang Dimeriahkan Khataman Al-Qur’an dan Tradisi Cukuran Bayi

oleh

Kabar Jurnalis Com–Pemerintah Desa Air Gantang, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 H.

Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat dan meriah tersebut diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari khataman Al-Qur’an, pembacaan selawat dan zikir, hingga tradisi cukuran bayi yang baru lahir.

Tradisi cukuran bayi menjadi salah satu rangkaian yang menarik perhatian masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, bayi yang baru lahir diarak bersama keluarga dan masyarakat menggunakan hiasan bunga telur (kembang telur) sebagai simbol rasa syukur atas kelahiran sang buah hati.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan berjalan kaki keliling kampung. Masyarakat bersama keluarga bayi membawa berbagai perlengkapan tradisi tersebut hingga menuju Masjid Al-Muttaqin Desa Air Gantang.

Tradisi bunga telur merupakan bagian dari syukuran atas kehadiran bayi yang baru lahir. Telur-telur yang telah dihias nantinya dibagikan kepada anak-anak maupun jamaah yang hadir setelah pembacaan doa dan selawat.

Selain menjadi ungkapan rasa syukur, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat Desa Air Gantang.

Setibanya di Masjid Al-Muttaqin, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan selawat dan zikir kepada Nabi Muhammad SAW, doa bersama serta ceramah agama yang disampaikan oleh Ustaz Qomarudin.

Dalam ceramahnya, Ustaz Qomarudin mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan meneladani akhlak dan perilaku beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Maulid Nabi tersebut juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan amalan keagamaan melalui pengajian, memperbanyak selawat dan zikir, berbagi makanan, bersedekah serta mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Kepala Desa Air Gantang, H. Alikan, mengatakan bahwa kegiatan Maulid Nabi merupakan momentum penting untuk meningkatkan keimanan sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

“Peringatan Maulid Nabi ini bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi kita semua untuk mengenang perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW. Kita berharap masyarakat dapat menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” ujar H. Alikan.

Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang ikut menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan, termasuk khataman Al-Qur’an dan tradisi cukuran bayi yang menjadi bagian dari kegiatan tersebut.

“Tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur atas kelahiran anak sekaligus menjadi bagian dari kebersamaan masyarakat. Semoga anak yang dicukur mendapatkan keberkahan, menjadi anak yang saleh atau salehah, berbakti kepada orang tua, agama, bangsa dan masyarakat,” harapnya.

H. Alikan menambahkan, pemerintah desa akan terus mendukung kegiatan keagamaan dan tradisi positif masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai kebersamaan serta menjaga budaya lokal agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Air Gantang pun berlangsung dengan penuh kekeluargaan, ditutup dengan doa bersama dan berbagi makanan sebagai wujud syukur serta kepedulian antarwarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.