Kabar Jurnalis Com–BANGKA Barat– Isu terkait adanya pihak yang disebut sebagai koordinator atau panitia yang melancarkan aktivitas tambang timah di kawasan DAS Kampak, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, mendapat bantahan.
Mul, salah satu warga yang sebelumnya disebut-sebut sebagai panitia atau koordinator tambang di kawasan tersebut, menegaskan bahwa dirinya bersama Soip dan sejumlah rekannya bukan koordinator maupun panitia tambang.
Klarifikasi itu disampaikan Mul saat dihubungi melalui WhatsApp, Rabu (7/10/2026). Ia mengatakan, dirinya bersama beberapa rekan hanya berperan sebagai penyambung lidah warga Kampak yang ingin menyampaikan aspirasi terkait aktivitas pertambangan.
“Bukan panitia atau koordinator tambang. Kami hanya menyampaikan aspirasi warga,” ujar Mul.
Menurutnya, warga Kampak yang ingin menambang mempercayai dirinya bersama sejumlah rekannya untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Hal tersebut, kata dia, tidak terlepas dari kondisi ekonomi warga serta situasi harga timah yang saat ini dinilai cukup menjadi perhatian masyarakat.
Mul mengaku terdorong untuk menyuarakan aspirasi tersebut karena melihat kondisi sebagian warga Kampak yang selama ini masih mengalami kesulitan ekonomi.
Ia menyebut dirinya merupakan warga asli Kampak. Karena itu, menurutnya, persoalan ekonomi masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya menjadi sesuatu yang turut menjadi perhatian pribadinya.
“Sebagai warga pribumi asli Kampak, hati nurani saya tergerak melihat kondisi warga yang selama ini susah. Saya hanya ingin melihat orang-orang di tempat saya tinggal bisa hidup makmur,” katanya.
Mul kembali menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki posisi sebagai koordinator ataupun panitia yang mengatur aktivitas pertambangan di DAS Kampak.
Ia menyatakan perannya sebatas menyampaikan aspirasi warga yang mempercayainya, khususnya terkait kondisi ekonomi masyarakat setempat.
(Rocky)



