Kabar Jurnalis Com–Bangka Barat — Pagi itu seharusnya berjalan seperti biasa di sebuah rumah sederhana di Desa Kelabat, Kecamatan Parittiga. Namun, Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, suasana berubah drastis ketika aparat kepolisian datang dan mengamankan seorang perempuan berinisial SJ alias L.
Ia bukan sosok yang selama ini dikenal sebagai pelaku kejahatan. Di lingkungan sekitar, SJ dikenal sebagai ibu rumah tangga yang menjalani hari-harinya seperti kebanyakan perempuan lain—mengurus rumah, menjalani rutinitas, dan berbaur dengan warga.
Namun di balik pintu rumahnya, polisi menemukan 23 paket sabu dengan berat bruto 9,96 gram. Sebagian disimpan di saku jaket dalam lemari pakaian, sisanya tersembunyi di sekitar rumah. Bersama itu, turut diamankan timbangan digital, plastik klip, dan sejumlah barang lain yang mengarah pada aktivitas peredaran narkotika.
Penangkapan ini pun menyisakan tanda tanya besar: bagaimana seorang ibu rumah tangga bisa terseret sejauh ini?
Tidak sedikit warga yang mengaku terkejut. Bagi mereka, SJ bukanlah figur yang mencurigakan. Ia hadir sebagai bagian dari keseharian kampung—biasa, sederhana, dan nyaris tak terlihat berbeda.
Kasus ini seperti membuka sisi lain dari realitas sosial yang kerap luput dari perhatian. Di tengah tekanan ekonomi, keterbatasan pilihan, dan kemungkinan pengaruh lingkungan, tidak semua orang mampu bertahan di jalur yang semestinya.
Kini, SJ harus menghadapi proses hukum di Mapolres Bangka Barat. Di saat yang sama, ada kehidupan yang ikut terguncang—keluarga yang mungkin kehilangan sosok ibu, anak-anak yang harus memahami situasi yang belum tentu mereka mengerti sepenuhnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa peredaran narkotika tidak hanya menyasar kalangan tertentu, tetapi juga bisa menyentuh ruang-ruang paling privat dalam kehidupan masyarakat—bahkan rumah tangga.
Lebih dari sekadar angka dan barang bukti, ada cerita tentang pilihan, tekanan hidup, dan konsekuensi yang harus ditanggung. Sebuah kisah sunyi yang kini mencuat ke permukaan, membawa luka yang tak selalu terlihat.(Red).




