Kabar Jurnalis Com–Di tengah dinamika politik Bangka Barat, nama Andri kembali dipercaya memimpin DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bangka Barat untuk periode 2026–2031.
Kepercayaan itu bukan datang setengah hati. Seluruh Dewan Pimpinan Anak Cabang (PAC) hingga ranting kompak memberikan dukungan penuh dalam Musyawarah Cabang (Muscab) PPP Bangka Barat.
Bagi PPP Bangka Barat, terpilihnya kembali Andri bukan sekadar pergantian kepengurusan. Ini menjadi simbol harapan baru bagi partai berlambang Ka’bah yang sempat terpuruk tanpa kursi di DPRD, sebelum akhirnya mampu “memecah telur” pada Pemilu 2024.
Suasana Muscab pun terasa emosional. Andri yang kembali menerima mandat mengaku amanah tersebut menjadi tanggung jawab besar, bukan sekadar posisi politik.
“Ini bukan sekadar jabatan, tapi amanah untuk mengembalikan kejayaan PPP di Bangka Barat. Kita akan bergerak bersama, merangkul semua pihak,” kata Andri usai ditetapkan sebagai ketua terpilih.
Di hadapan kader dan pengurus, Andri berbicara soal pekerjaan rumah besar yang masih menanti. Ia menyadari PPP belum sepenuhnya kuat di akar rumput. Karena itu, langkah pertama yang akan dilakukan adalah konsolidasi total hingga ke tingkat ranting.
Menurutnya, membesarkan partai tidak cukup hanya mengandalkan elite politik. Dibutuhkan kerja kolektif, loyalitas kader, dan kehadiran nyata di tengah masyarakat.
“Tahun Pemilu 2029 mendatang PPP menargetkan menambah kursi di DPRD Bangka Barat, minimal dua kursi. Itu tidak mudah. Perlu kerja keras dan kekompakan semua kader serta simpatisan untuk merebut kembali kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Namun target Andri tidak berhenti di parlemen. Dengan penuh keyakinan, ia mulai membuka wacana besar: PPP Bangka Barat suatu saat harus mampu mengusung kader sendiri menuju kursi eksekutif.
“Tidak menutup kemungkinan ke depan PPP Bangka Barat akan mengusung kader sendiri untuk duduk di kursi eksekutif,” tegasnya.
Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa PPP Bangka Barat tidak lagi ingin sekadar menjadi pelengkap dalam kontestasi politik daerah.
Andri juga menekankan bahwa partai politik harus hadir saat masyarakat mengalami kesulitan, bukan hanya ketika musim kampanye tiba.
“PPP ini jangan hanya muncul saat pemilu. Kami ingin hadir sebagai solusi nyata bagi persoalan sosial dan ekonomi masyarakat Bangka Barat,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPW PPP Bangka Belitung, Amri Cahyadi, menyebut keberhasilan PPP Bangka Barat memperoleh satu kursi DPRD pada Pemilu 2024 menjadi pencapaian penting di bawah kepemimpinan Andri.
“Di zaman Pak Andri, PPP Bangka Barat berhasil memecah telur. Dari sebelumnya nol kursi, kini berhasil mendapatkan satu kursi di DPRD. Itu bukan hal mudah,” ujarnya.
Kini, perjalanan baru dimulai. Dari partai yang sempat tenggelam tanpa wakil di parlemen, PPP Bangka Barat mencoba bangkit perlahan. Dan di pundak Andri, harapan itu kembali dititipkan.(Red).



