Kabar Jurnalis Com–Bangka Barat– Polemik dugaan keterlibatan sejumlah nama dalam aktivitas tambang timah di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kampak, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, masih menyisakan sejumlah pertanyaan.
Sejumlah pihak yang disebut dalam informasi tersebut memberikan bantahan, sementara beberapa informasi lainnya masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
Sultan Try, yang namanya disebut-sebut terkait dugaan keterlibatan atau menjadi beking aktivitas tambang di DAS Kampak, membantah tuduhan tersebut saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp Selasa malam ( 13/10 ) pukul 20:00 Wib, Ia menilai informasi yang mengaitkan dirinya dengan aktivitas itu merupakan tuduhan yang merugikan nama baiknya.
Menurutnya, tuduhan semacam itu harus disertai bukti yang jelas dan tidak seharusnya disampaikan tanpa dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
Bantahan tersebut juga menjadi penting untuk memberikan ruang klarifikasi di tengah beredarnya berbagai informasi mengenai aktivitas pertambangan di kawasan DAS Kampak.
Di sisi lain, berdasarkan informasi yang diperoleh, aktivitas tambang di kawasan tersebut disebut tidak lagi terdengar setelah penertiban yang dilakukan sebelumnya. Namun, kondisi terkini di lapangan masih perlu dipastikan melalui penelusuran langsung.
Mul Bantah Jadi Koordinator Tambang
Sementara itu, Mul, yang bersama IS disebut-sebut sebagai pengurus atau koordinator tambang di DAS Kampak, juga membantah anggapan tersebut.
Mul menjelaskan, saat itu dirinya bersama sejumlah pihak hanya menjadi penyambung lidah masyarakat yang ingin mendapatkan kesempatan menambang demi memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.
Ia menyebut masyarakat Kampak selama ini menghadapi kesulitan ekonomi. Menurutnya, aktivitas menambang dipandang sebagian warga sebagai salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan hidup, terlebih dengan kondisi harga timah saat ini.
Terkait dugaan adanya cantingan atau pengambilan sebagian hasil timah dari aktivitas penambangan, Mul menyebut hal tersebut diperuntukkan bagi pembangunan tempat ibadah dan membantu warga yang membutuhkan.
Meski demikian, keterangan tersebut masih perlu didalami untuk memastikan mekanisme pengumpulan, pihak yang menerima, penggunaan dana atau hasil timah, serta apakah praktik itu berkaitan dengan pengelolaan aktivitas tambang di lokasi tersebut.
Novan dan Jami Belum Terkonfirmasi
Di sisi lain, informasi mengenai dugaan keterkaitan Novan dan Jami sebagai pembeli timah dari aktivitas di kawasan DAS Kampak belum berhasil dikonfirmasi.
Konfirmasi juga diperlukan untuk mengetahui apakah benar terdapat transaksi pembelian timah dari lokasi tersebut, siapa pihak yang terlibat, serta bagaimana asal-usul timah yang diperdagangkan.
Penertiban Menyisakan Pertanyaan
Pasca-penertiban, perkembangan aktivitas di DAS Kampak menjadi salah satu hal yang perlu dipantau. Selain memastikan apakah kegiatan penambangan masih berlangsung, penelusuran juga perlu diarahkan pada pihak-pihak yang diduga terlibat dalam rantai aktivitas pertambangan, mulai dari pelaksana di lapangan hingga jalur penjualan hasil timah.
Hingga kini, berbagai dugaan yang beredar perlu diuji melalui bukti dan keterangan dari pihak terkait. Bantahan pihak-pihak yang disebut juga harus ditempatkan secara proporsional, tanpa mengabaikan kebutuhan untuk mengklarifikasi informasi lain yang belum terjawab.
(Astrian Rocky)


