
BOLTIM — Menanggapi isu miring terkait pembangunan Gedung Baru RSUD Bolaang Mongondow Timur (Boltim), kontraktor pelaksana PT Brantas Abipraya (Persero) memberikan klarifikasi menyeluruh. Pihak perusahaan menegaskan bahwa seluruh operasional proyek berjalan sesuai regulasi, mematuhi etika birokrasi, serta aktif melakukan langkah mitigasi lingkungan di lapangan.
Humas PT Brantas Abipraya, C. Alpin, mengungkapkan bahwa tuduhan mengenai penyerobotan jalan desa maupun pengabaian dampak lingkungan tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Menurutnya, koordinasi resmi dan perizinan telah dilakukan sejak awal tim mulai masuk ke area kerja.
Alpin menjelaskan, mobilisasi material dan alat berat proyek selama ini murni menggunakan jalur internal milik rumah sakit, bukan fasilitas jalan desa seperti yang diisukan.
“Secara aspek legalitas kepemilikan tanah, sertifikat penuh milik rumah sakit. Jadi sebetulnya tidak ada jalan desa yang dipakai. Memang sempat ada rencana pinjam pakai jalan desa, tetapi operasional saat ini murni menggunakan akses rumah sakit,” tegas Alpin dalam keterangannya.
Ia menambahkan, sejak awal pelaksanaan proyek, pihak manajemen telah membangun komunikasi secara intensif dan prosedural dengan pemangku kepentingan kewilayahan, mulai dari Kepala Desa Purworejo Timur, Polsek, Koramil, hingga pihak Kecamatan. Surat-surat pemberitahuan resmi juga telah disampaikan kepada instansi terkait, termasuk jajaran Polres Boltim dan Bupati Boltim.
Mitigasi Dampak Lingkungan dan Solusi Jalan
Terkait keluhan mengenai paparan debu, PT Brantas Abipraya menegaskan bahwa penanganan dampak lingkungan terus dilakukan secara berkala. Selain melakukan penyiraman air secara rutin di area terdampak, perusahaan juga menunjukkan komitmennya dengan memperbaiki infrastruktur jalan rumah sakit.
“Upaya penyiraman lingkungan proyek yang terdampak terus kami lakukan. Bahkan, kami sudah mencicil perbaikan akses jalan rumah sakit dengan melakukan pengecoran ulang agar representatif dan nyaman digunakan,” jelas Alpin.
Mengenai koordinasi dengan pihak RSUD Boltim pasca pergantian kepemimpinan dari dr. Randya ke dr. Roynald, pihak kontraktor memastikan tidak ada kendala komunikasi. Surat resmi serta pembahasan penanganan lingkungan telah diselesaikan secara baik bersama Direktur RSUD Boltim sebelum isu tersebut berkembang di publik.
(Donal)



